«

»

Jun 30

@DrRaisYatim, Kerajaan Malaysia Perlu Segera Bertindak!!

Kerajaan Malaysia Perlu Bertindak Segera!! Elakkan Peristiwa Pulau Batu Putih Kembali Berulang…

Kerajaan Indonesia telah bertindak bijak dengan mendaftarkan rendang, sebagai warisan budaya itu… Tujuan Indonesia ialah untuk mengelakkan negara lain (Malaysia la tu) menganggap makanan tersebut berasal dari negara mereka… Walaupun rendang terkenal di Malaysia, tetapi hakikatnya makanan tersebut berasal dari etnik Minangkabau di Sumatera Barat.

Rendang is a spicy meat dish which originated from the Minangkabau ethnic group of Indonesia, and is now commonly served across the country. One of the characteristic foods of Minangkabau culture, it is served at ceremonial occasions and to honour guests. Also popular in Malaysia, Singapore, Brunei, the southern Philippines and southern Thailand, rendang is traditionally prepared by the Indonesian community during festive occasions. Culinary expert often describe rendang as: ‘West Sumatra caramelized beef curry’. Though rendang is sometimes described as being like a curry, and the name is sometimes applied to curried meat dishes in Malaysia, authentic rendang is nothing like a curry. In 2011 an online poll by 35,000 people held by CNN International chose Rendang as the number one dish of their ‘World’s 50 Most Delicious Foods’ list. – Wikipedia

Kementerian Penerangan Komunikasi dan Kebudayaan diminta bertindak segera untuk mendaftarkan makanan tradisional Malaysia seperti ketupat, bahulu, satar, otak-otak, keropok lekor dan lain-lain makanan tradisional yang benar-benar berasal dari negara ini sebagai warisan budaya sebagai langkah melindungi makanan tersebut dari didaftarkan oleh negara lain. (seperti Indonesia atau Singapura)

Jangan jadikan kehilangan Pulau Batu Putih kepada Singapura berulang kembali dan kita bakal kehilangan makanan warisan turun-temurun akibat kedangkalan dan kealpaan Kerajaan… Segera lakukannya sebelum negara lain mengambil langkah untuk menjadikan makanan tradisional kita sebagai warisan budaya mereka…


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>